Selasa, 17 Juli 2012

Gangguan Psikomotor


Gangguan psikomotor dapat berupa kelambanan atau peningkatan aktivitas atau gangguan lainnya sebagaimana tersebut dibawah ini:
a.    Kelambatan aktivitas terjadi dimana secara umum gerakan dan reaksi motorik terhadap suatu rangsangan menjadi lambat, kelambatan aktivitas antara lain:
·      Hipokinesia/hipoaktivitas yaitu gerakan atau aktivitas yang berkurang/menurun.
·      Sub/stupor katatonik yaitu reaksi terhadap lingkungan sangat kurang, gerakan dan aktivitas sangat lambat.
·      Katalepsi yaitu mempertahankan posisi badan secara kaku dan posisi tertentu.
·      Fleksibilitas serea yaitu mempertahankan posisi badan yang dibuat orang lain atau meniru posisi orang lain.
b.    Peningkatan aktivitas terjadi dimana secara umum gerakan dan reaksi motorik terhadap rangsangan menjadi lebih cepat/meningkat, peningkatan aktivitas seperti:
·      Hiperkinesia/hiperaktivitas yaitu gerakan atau aktivitas yang berlebihan.
·      Gaduh-gelisah katatonik yaitu gerakan motorik yang meningkat, tidak bertujuan, tidak dipengaruhi oleh rangsangan dari luar dan menunjukkan kegelisahan.
c.    TIK/TIC yaitu gerakan kecil involunter/tidak terkontrol, sekejap dan berkali-kali mengenai sekelompok otot atau bagian badan yang relatif kecil (otot muka).
d.    Grimasen yaitu gerakan otot muka/mimic yang aneh berubah-ubah, tidak dapat dikontrol klien sendiri dan berulangh-ulang.
e.    Tremor yaitu jari-jari gemetar ketika klien menjulurkan tangan/merentangkan jari-jarinya.
f.     Stereotipe yaitu gerakan salah satu anggota badan yang berulang-ulang dan tidak bertujuan.
g.    Mennerisme/pelagakan ayitu gerakan atau lagak yang stereotipi, teatrikal dan dibuat-buat seperti pada suatu pertunjukkan.
h.    Ekhopraxia yaitu meniru gerakan orang lain pada saat dilihatnya secara langsung.
i.      Echolalia yaitu mengulangi/meniru gerakan dari apa yang diucapkan oleh orang lain secara langsung.
j.      Otomatisme yaitu berbuat sesuatu secara ototmatis sebagai pernyataan atau skspresi simbolik daripada aktivitas yang tidak disadarinya.
k.    Otomatisme perintah (commond automatism) yaitu menuruti sebuah perintah secara otomatis tanpa memikirkan terlebih dahulu,
l.      Negativisme yaitu menentang nasihat atau permintaan orang lain untuk beraktivitas atau melakukan aktivitas yang berlawanan.
m.  Katapleksi yaitu tonus otot menghilang mendadak untuk beraktivitas dan sejenak, diikuti atau tidak diikuti oleh penurunan kesadaran yang disebabkan oleh keadaan emosi.
n.    Gagap yaitu berbicara terhenti-henti/tersendat-sendat karena adanya spasme otot-otot untuk berbicvara seperti terlihat sangat ragu-ragu sampai eksplosif (terucap).
o.    Bersikap aneh yaitu sengaja mengambil sikap/posisi badan yang aneh, tidak wajar atau cenderung bizar (berlebihan).
p.    Berjalan kaku/rigid yaitu gerakan-gerakan lambat, kaku, tidak tegap dan terputus-putus.
q.    Komulsif yaitu kegiatan yang dilakukan berulang-ulang (pre-okupasi) seperti berulangkali mencuci tangan, muka atau mandi, karena adanya dorongan yang mencesaknya agar berbuat sesuatu yang bertentangan dengan keinginan sehari-hari, kebiasaan atau norma-norma yang berlaku. Macam-macam kompulsif sebagai berikut:
·      Dispsomania yaitu kegiatan berulang/preokupasi karena ada dorongan untuk meminum air.
·      Egomania yaitu kegiatan berulang/preokupasi karena ada dorongan pada dirinya.
·      Erotamania yaitu kegiatan berulang/preokupasi karena ada dorongan dengan hal seksual.
·      Kleptomania yaitu kegiatan berulang karena ada dorongan untuk mencuri.
·      Megalomania yaitu kegiatan berulang karena ada dorongan untuk mencari kekuasaan.
·      Monomania yaitu kegiatan berulang/preokupasi karena ada dorongan dengan satu subjek.
·      Himfomania yaitu kegiatan berulang karena ada dorongan untuk bersenggama dengan wanita.
·      Satiriasi yaitu kegiatan berulang karena ada dorongan untuk bersenggama dengan pria.
·      Trikhotilomania yaitu kegiatan berulang karena ada dorongan untuk mencabut rambutnya.
·      Ritualistic yaitu kegiatan berulang karena ada dorongan untuk bertinkah laku/melakukan upacara-upacara ritual.
Gangguan somatomotorik pada reaksi konversi yaitu menggambarkan/memperlihatkan/ melakukan perilaku sebagai symbol adanya konflik emosional dapat berupa sebagai berikut:
·         Kelumpuhan
·         Pergerakan abnormal seperti tremor, TIK, kejang, ataxia.
·         Atasia-abasia yaitu tidak dapat duduk, berdiri atau berjalan.
Poskan Komentar