Kamis, 22 Juli 2010

Pijat Bayi

MANFAAT PIJAT BAYI PADA BAYI DENGAN BERAT BADAN

LAHIR NORMAL

Proses kelahiran adalah suatu pengalaman traumatik bagi bayi karena bayi yang lahir harus meninggalkan rahim yang hangat, aman, nyaman, dan dengan keterbatasan ruang gerak menuju ke suatu dunia dengan kebebasan gerak tanpa batas, yang menakutkan, tanpa sentuhan-sentuhan yang nyaman dan aman di sekelilingnya, seperti halnya ketika berada dalam rahim. Proses kelahiran dimana pada waktu melalui jalan lahir si ibu, merupakan pengalaman pijat pertama yang dialami manusia. Sentuhan dan pijat bayi setelah kelahiran dapat memberikan jaminan adanya kontak tubuh berkelanjutan yang dapat mempertahankan perasaan aman pada bayi (Roesli, 2001).

Pijat adalah terapi sentuh paling tua dan paling popular yang dikenal manusia. Pijat adalah seni perawatan kesehatan dan pengobatan yang telah dipraktekkan sejak berabad-abad silam (Roesli, 2001). Sedangkan pijat bayi merupakan usaha yang positif untuk memperoleh kondisi optimal pada masa bayi tersebut karena merangsang semua kerja sistem sensorik dan motorik (Febriani, 2009).

Pijat bayi dipercaya banyak memiliki manfaat. Manfaat dari pijat bayi adalah dapat meningkat berat badan, meningkatkan pertumbuhan, meningkatkan daya tahan tubuh, meningkatkan konsentrasi, membuat bayi tidur lebih lelap, membina ikatan kasih sayang antara ibu dan anak, dan meningkatkan produksi ASI. Penelitian Prof. T. Field & Scafidi (1986 & 1990) yang menunjukkan hasil bahwa memijat bayi dapat meningkatkan berat badan bayi, dimana disebutkan bahwa dua minggu setelah dipijat berat badanya naik sekitar 1,5 kali lipat dibandingkan sebelum dipijat dan hasilnya akan lebih optimal apabila dilakukan secara rutin. Selain itu, pada penelitian yang sama juga untuk bayi yang berusia 1-3 bulan, yang dipijat selama 15 menit, 2 kali seminggu selama 6 minggu didapatkan kenaikan berat badan yang lebih terkontrol (Roesli, 2001).

Terdapat variasi besar untuk berat badan yang dianggap normal pada bayi yang baru lahir. Berat rata-rata adalah antara 2,5-4,5 kg dan dan banyak bayi yang sehat berat badannya kurang atau lebih dari angka-angka tersebut tanpa ada masalah. Bayi biasanya kehilangan berat badan di hari-hari pertama setelah kelahiran, sekitar 10 persen dari berat lahir masih dianggap tidak apa-apa. Ini disebabkan oleh kehilangan kotoran (mekonium) melalui bab dan urin yang merupakan hal yang wajar. Berat badan bayi akan memperoleh kembali berat lahirnya di sekitar hari ke-10 dan banyak bayi yang sehat membutuhkan waktu yang lebih lama. Berat badan bayi meningkat secara tidak teratur. Bila dirata-rata, peningkatan berat badan berkisar pada 150-200 g per minggu, biasanya melambat setelah usia tiga bulan dan menjadi lebih lambat lagi setelah enam bulan (Wati, 2008).

Berat badan bayi ketika lahir dipengaruhi oleh kesehatan dan pola maka ibu ketika hamil, faktor genetik, gender maupun ras. Selama minggu pertama setelah lahir, berat badan bayi akan turun sebanyak 5-8% dari berat lahirnya. Hal ini karena bayi sedang beradaptasi dengan dunia yang baru dan selama proses itu bayi kehilangan sedikit cairan tubuhnya. Tetapi, setelah 2 sampai 3 minggu berikutnya berat badannya akan kembali ke berat ketika lahir (Novita, 2005).

Menurut Febriani (2009), pemijatan bayi dapat meningkatkan tonus nervus vagus-nya (saraf otak ke-10) yang menyebabkan kadar enzim penyerapan gastrin dan insulin naik sehingga penyerapan terhadap sari makanan menjadi lebih baik. Penyerapan makanan yang lebih baik akan menyebabkan bayi cepat lapar dan karena itu lebih sering menyusu, sehingga berat badan bayi dapat bertambah.

Penelitian yang dilakukan oleh Prof. T. Field & Scafidi (dalam Roesli, 2001), menunjukkan bahwa pada 20 bayi premature (berat badan 1.280 dan 1.176 gram), yang dipijat selama 3 x 15 menit selama 10 hari, terjadi kenaikan berat badan 20% - 47% per hari, lebih dari yang tidak dipijat. Pada penelitian terhadap bayi cukup bulan yang berusia 1 – 3 bulan yang dipijat selama 15 menit sebanyak 2 kali seminggu untuk masa 6 minggu menunjukkan kenaikan berat badan yang lebih dari bayi kontrol.

Pemijatan bayi mempunyai banyak manfaat terhadap bayi maupun terhadap ibu yang menyusui. Ibu yang bayinya di pijat akan meningkatkan ikatan kasih sayang ibu dan bayinya, sedangkan bayi yang dipijat akan menyebabkan bayi cepat lapar, sehingga lebih sering menyusu. Produksi ASI yang lancar dari ibu dan bayi yang sering menyusu akan mempercepat terjadinya penambahan berat badan pada bayi yang dipijat. Penambahan berat badan bayi akan lebih baik pada bayi yang dilakukan pemijatan dari pada bayi yang tidak dilakukan pemijatan, karena pada pemijatan akan terjadi peningakatan metabolisme tubuh sehingga lebih mempercepat pertumbuhan dari pada bayi yang tidak dilakukan pemijatan.

DAFTAR PUSTAKA

Febriani, N., 2009, Pijat Bayi, Kaya Manfaat, (online), available : http://www.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=17825, (25 Januari 2010).

Novita, D., 2005, Serba Serbi Berat Badan Si Kecil, (online), available : http://www.ibudananak.com/index.php?, (19 Februari 2010).

Roesli, U., 2001, Pedoman Pijat Bayi Prematur & Bayi Usia 0-3 Bulan, Jakarta : Trubus Agridya.

Wati, 2008, Pertumbuhan Bayi Sehat, (online), available : http://www.enformasi.com/2008/11/pertumbuhan-bayi-sehat.html, (24 Januari 2010).

Yanto, M., 2009, Berat Badan Si Kecil Turun, Normalkah itu?, (online) available : http://www.keperawatan.pediatrik.blogspot.com , (19 Februari 2010).

Tidak ada komentar: